Apa Emak sudah makan? Aku harap sudah. Aku berharap emak baik-baik saja. Emak, aku ingin mengungkapkan seluruh isi hati ku pada emak. Ungkapan bahwa aku sangat merindukan emak. Ungkapan untuk pertama kalinya diumurku yang telah 20 tahun ini. Andaikan emak bisa membacanya, maka ini akan jadi hadiah teristimewa untuk emak di hari ibu.
Jangan khawatir. Anak bungsu emak yang manja ini, kini telah tumbuh dewasa. 5 tahun bukan waktu yang singkat untuk aku mengenal segala pahit manis hidup di kota. Kini aku telah kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di di kota ini. Segala macam kompetisi telah aku ikuti dan selalu menjadi yg terbaik. Tapi entah kenapa di balik semua itu ada ruang kosong. Ada ruang yg begitu hampa. Emak, tahukah emak.. bayangan emak yang sakit, yang sendiri di kampung terus membayangi ku. Aku merasa menjadi anak yg paling tidak berguna. Di kota ini aku dikenal dengan segala prestasi. Tapi buat apa prestasi itu jika sampai sekarang aku masih membiarkan emak seorang diri membanting tulang siang dan malam.
Aku rindu emak. Aku rindu suara emak. Aku rindu setiap masakan yang emak buat untuk ku. Aku rindu cara emak yang membangunkan ku di pagi hari. Aku rindu teguran emak ketika ku salah. Aku rindu dengan seluruh cerita emak tentang sejarah hidup emak, meskipun itu sudah beratus- ratus kali emak ceritakan. Tapi aku tidak akan pernah bosan. Cerita emak selalu memberikan pelajaran buatku. Cerita emak tentang perjuangan bisa mendapatkan uang, hingga cerita emak yang harus merelakan impiannya menjadi seorang guru tidak pernah bisa terpenuhi.
Aku masih ingat, hari dimana aku bertanya kepada emak. " cita-cita emak waktu muda apa ?". Dalam hati aku menebak pasti emak tidak punya cita-cita dan pasti emak tidak akan kepikiran hal tersebut. Tapi dugaan ku salah. Emak dengan santainya menjawab "emak ingin jadi guru, agar kelak anak emak terlahir dari rahim orang yang cerdas". Air mataku menetes, emak menyadarkanku. Kuhapus dalam memori diotakku, bahwa tujuan ku kesekolah agar di beri uang jajan oleh emak. Kusesali seluruh kebodohanku. Ku sesali kenakalanku yg pernah bersembunyi dibawah ranjang agar emak tidak melihatku dan tahu bahwa aku tidak kesekolah
Maafkan anakmu ini yang baru bisa mengucapkan terima kasih untuk segalanya.
Terima kasih emak
Terima kasih
Terima kasih
Terima kasih sudah menjadi orang pertama yang mengenalkanku tentang dunia ini. Terima kasih telah memenuhi setiap keinginanku. Terima kasih telah mengikhlaskan ku, merelakan ku untuk meninggalkan emak seorang diri di kampung. Meski ku tahu itu amat berat bagi emak. Terima kasih emak telah memberiku kesempatan untuk mewujudkan setiap impianku. Terima kasih telah memberikan kepercayaan emak padaku. Aku tidak akan menyia-nyiakan semua yang telah emak berikan padaku. Aku akan selalu membuat emak bangga.
Suatu saat nanti kita akan berkumpul bersama. Sehatlah selalu, mak. Aku akan pulang. Aku akan membacakannya untuk emak.
Salam dari anak bungsu emak
Ica
Tidak ada komentar:
Posting Komentar